Plt Gubernur Minta Pemangku Kepentingan Lakukan Pendataan

BKD BABEL – Plt Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Dr. Ir. Yuswandi Arsyad Temenggung, MA., M.Sc. menegaskan, dari semua permasalahan yang ada di Babel, yang harus difokuskan adalah validasi data yang akan menentukan sasaran dan target pembangunan.

Ia mengapresiasi, pertemuan tahunan yang digagas Bank Indonesia (BI) membahas terkait perspektif global, dari indikator penting perekonomian global, diterjemahkan dalam realitas nasional, dan potret ekonomi Babel secara lokal. "Bagi saya, ini penekanan yang serius, tapi angka yang harus berbicara, disampaikan kisaran pertumbuhan ekonomi, mohon teman-teman kabupaten/kota kaji dan cermati termasuk akademisi kemudian instansi terkait juga pemangku kepentingan untuk melakukan pendataan," pinta Plt Gubernur dalam Pertemuan Tahunan BI, Selasa (20/12/2016) di Novotel, Jalan Koba Pangkalanbaru Bangka Tengah. Yuswandi menyebutkan, dua indikator penting, pertumbuhan dan inflasi sangat berpengaruh, dimana inflasi Babel cukup tinggi mencapai angka 6 persen, dengan pertumbuhan 4 persen. "Ini serius, kalau punya inflasi 6 persen pertumbuhan 3,8 persen walaupun makro ini serius, ada langkah-langkah yang ekstra, yang tidak seperti selama ini.

Mari lihat hari ini dan tahun ke depan, kalau dikombinasikan dengan indikator perekonomian Babel yang lain, ini mesti kerja keras, perlu didalami, TPID tak hanya colecting data, saya berharap semua dan TPID mencari sebetulnya dimana kelemahannya," ungkap Plt Gubernur Yuswandi. Ia melihat, Babel infrastrukturnya cukup baik, struktur perekonomian Babel yang merah dan putih cenderung mendominasi, yakni sektor sekunder mengarah pada tersier, dimana sektor primer sudah hampir ditinggalkan. "Melihat ini, perekonomian harusnya semakin maju, sehingga kita punya basis data yang valid, terukur agar langkah kita kena dan tepat sasaran.

Makanya, diperlukan akurasi validasi data, agar tepat sasaran," tandasnya. Ia menambahkan, banyak peluang dan potensi yang bisa dikembangkan Babel, baik dengan meningkatkan peran stakeholder, masyarakat dan swasta juga potensi perekonomian yang bisa digali. "Banyak peluang dan banyak komponen yang memproyeksikan bahwa pergeseran struktur perekonomian akan mengarah tersier sudah sangat nyata, meninggalkan tradisional lah, kalau pertanian itu sudah ke nilai tambah modernisasi, kalau itu terjadi, realitas di lapangan harusnya sama dengan basis data yang kita miliki.

Selain itu, indikator makro yang lain juga harus kita masukkan dalam perhitungan, jangan nanti satu ke utara, satunya ke timur, dan Barat," pesan Plt Gubernur. Sementara itu, perekonomian Babel sampai dengan triwulan III 2016 tumbuh sebesar 3,62% (ytd), atau melambat dibandingkan triwulan yang sama tahun 2015 yang tumbuh sebesar 4,01% (ytd).

Lambatnya pertumbuhan ekonomi ini ditenggarai karena masih tergantungnya masyarakat akan pertambangan. Demikian dikatakan Kepala Bank Indonesia perwakilan Bangka Belitung, Bayu Martanto dalam Pertemuan Tahunan BI, di Novotel, bersama Gubernur Babel dan stakeholde terkait lainnya.(as/BKD Babel)