Plt. Gubernur Kukuhkan 637 Pejabat Struktural

Plt. Gubernur mengukuhkan, mengambil sumpah jabatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II), pejabat administrator (Eselon III) dan pejabat pengawas (Eselon IV).(foto: wedius).

BKD BABEL – Plt. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Dr. Ir. Yuswandi Arsyad Temenggung, MA., M.Si melakukan pengukuhan, pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II), pejabat administrator (Eselon III) dan pejabat pengawas (Eselon IV) terhadap 637 orang pejabat struktural di lingkungan Pemprov Babel. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung pada Jumat (30/12/2016) sore, di GOR Sahabudin Provinsi Babel, Pangkalpinang. Dalam sambutannya, Plt. Gubernur Babel Yuswandi A.

Temenggung mengatakan, Pengukuhan, pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator dan pejabat pengawas merupakan penerapan dari PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang perangkat daerah di lingkungan Pemprov Babel. “Konsekuensi dari diterapkannya peraturan pemerintah ini adalah terjadinya perubahan struktur organisasi perangkat daerah, dimana ada SKPD yang digabung seperti Diklat, KORPRI dan BKD Menjadi Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM serta adanya SKPD baru seperti Dinas Perumahan Rakyat, Biro Humas Dan Biro Unit Layanan Pengadaan (ULP),” ungkap Yuswandi.

Selanjutnya, Yuswandi mengatakan, pengukuhan, pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator dan pejabat pengawas sudah melalui tahapan pemetaan oleh tim Baperjakat, kemudian meminta persetujuan Menteri Dalam Negeri. Dari 637 orang pejabat yang dilantik ini terdiri dari 36 pejabat eselon II a, 9 pejabat eselon II b, 161 pejabat eselon III dan 431 pejabat eselon IV, kesemuanya merupakan orang-orang lama, yang artinya tidak ada pejabat yang dipromosikan. “Saya harapkan kepada kepada seluruh pejabat yang baru saja dilantik dan diambil sumpah jabatannya, untuk mencamkan makna dari arti sumpah jabatan yang baru saja diucapkan.

Sumpah ini tidak hanya didengar oleh kita semua yang ada diruangan ini, tetapi suatu pernyataan hati kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Artinya, dalam setiap kita melangkah dalam mengambil keputusan pekerjaan hendaknya kita ingat kepada sumpah jabatan yang baru saja kita ucapkan. Insya Allah bila berpegang pada sumpah itu, tugas kita akan selesai dengan baik dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” tutup Yuswandi.(wv/BKD Babel).