Cuti Luar Tanggungan Negara (CLTN)

  1. CLTN bukan hak, oleh sebab itu permintaan cltn dapat dikabulkan atau ditolak oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti. Pertimbangan pejabat yang bersangkutan didasarkan untuk kepentingan dinas.
  2. PNS yang bekerja sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun secara terus menerus, karena alasan pribadi yang penting dan mendesak dapat diberikan cltn untuk paling lama 3 (tiga) tahun. Jangka waktu tersebut dapat diperpanjang untuk paling lama 1(satu) tahun apabila ada alasan yang penting untuk memperpanjangnya.
  3. CLTN  hanya dapat diberikan dengan sk pejabat yang berwenang memberikan cuti setelah  mendapat persetujuan dari kepala bkn.
  4. Permintaan perpanjangan cltn yang diajukan  sekurang-kurangnya 3 bulan sebelum cltn berakhir.
  5. PNS yang menjalankan cltn dibebaskan dari jabatannya dan jabatan yang lowong itu dengan segera dapat diisi.
  6. Selama menjalankan cltn tidak berhak menerima penghasilan dari negara dan tidak diperhitungkan sebagai masa kerja pns
  7. PNS yang telah selesai menjalakan cltn wajib melaporkan diri secara tertulis kepada pimpinan instansi induknya
  8. Pimpinan instansi induk yang telah menerima laporan dari pns yang telah selesai menjadlankan cltn berkewajiban:
    • Menempatkan dan memperkerjakan kembali apabila ada lowongan dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari kepala bkn.
    • Apabila tidak ada lowongan, maka pimpinan isntansi induk melaporkan kepada kepala bkn untuk kemungkinan disalurkan penempatannya  pada instansi lain.
    • Apabila  kepala bkn tidak dapat menyalurkan penempatan pns tersebut, maka kepala bkn memberitahukan  kepada pimpinan instansi induk agar memberhentikan pns dengan hak-hak kepegawaian menurut peraturan perundnag-undangan yang berlaku.
  9. Khusus bagi CLTN untuk persalinan, berlaku ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
    • Permintaan cltn tidak dapat ditolak.
    • PNS yang menjalankan cltn  tidak dibebaskan dari jabatannya, atau dengan kata lain, jabatannya tidak dapat diisi oleh orang lain.
    • Tidak memerlukan persetujuan kepala bkn.
    • Lamanya cuti sama dengan lamanya cuti bersalin yakni 1 (satu) bulan sebelum dan 2 (dua) bulan sesudah persalinan dengan melampirkan surat keterangan dokter tentang kehamilan 32 minggu.
    • Selama menjalankan cltn tersebut tidak menerima penghasilan dari negara dan tidak diperhitungkan sebagai masa kerja Pns.